Selasa, 28 Oktober 2008

Sajak

PINTU
-untuk Muthaharah

yang masih berpetualang
kapan akan kembali ke kamar yang lengang ini
sejak fajar masih jauh di tiang malam
dan embun belum berada di pelukan rerumputan
pintu ini selalu terbuka untukmu yang berwajah masam

Yogyakarta, 2008


ELEGI

dan sunyi terus saja bergulir
menungguku di pintu terakhir
dengan sayap siang dan malam
kulewati pintu itu
kini, sunyi itu jadi senja
yang hanya ada di celah-celah siwalan

Madura, 2008


KERINDUAN


burung-burung datang menghampiriku
mereka bergeming:
”pulau dewata tak lagi cerah,
ia membutuhkan sebuah lentera,
karena gelap tak juga ingin singgah dari pangkuannya”

Bali, 2008


SAJAKKU
-i

dalam sajakku
kata-kata adalah igauanmu
merantau
mencari huruf-huruf yang hilang
kini, kata-kata itu jadi mimpi
yang menemaniku dalam imajinasi

Yogyakarta, 2008

Tidak ada komentar: