TATAPAN MATA KOSONG
Sepasang mata jalang
Menatap cahaya bulat di kaki cakrawala
Dengan suara parau
Burung-burung mendesis di kuping malam
Sesosok malaikat bersayap remang
Memutar-mutar jarum jam di lengan almanak
Puisi sebuah ornamen
Di ciptakan tanpa bahasa
Kaukah yang menggantungnya di leher cahaya?
Yogyakarta, 2008
SEBUAH SKETSA
Di ujung kanvas
Perempuan menari tanpa cahaya
Tubuhnya terbungkus gelombang
Dan lilin meleleh dari Matanya
Lukisanku buta
Meraba-raba yang tak ada
Tanpa coretan
Tanpa warna
Kini hanya tinggal sebuah sketsa
Yogyakarta, 2008
INSOMNIA
-W. Rovi-
Tidurlah, bersama se leter yang selalu memanja mimpimu
Biarkan meang merayap di kening bantalmu
Biar senja tak lagi tenggelam dalam hatimu
Yogyakarta, 2008
ENDECHA
Bunga rampai mengatup di dalam sajakmu
Wanginya semerbak dan mengepakkan sayap malaikat
Kau baca syair sedih
Di antara burung gagak
Burung gagak itu terbang
Melewati asap keminyan yang di sonson emakku
Dan kau tancapkan bendera setengah tiang
Di atas kuburan
Di samping batu nisan
Yang ada goresan namaku
Yogyakarta, 2008
PEREMPUAN TENGAH MALAM
Sesosok perempuan
Bergaun remang
Menari-nari di bawah siraman bulan
Sebuah ornamen menghiasi lehernya
Apakah malaikat yang bersayap hitam putih itu
Yang mengalungkannya?
Mengigau:
Aku bukan Alejandra
Alejandra bukan aku
Aku perempuan tengah malam
Yang lahir dari kegelapan
Yogyakarta, 2008
Jumat, 28 Maret 2008
KASIDAH MALAM
Malam kerontang
Di tengah kecamuk badai
Yang menyisakan keping-keping
kapal asmara di bibir pantai
rembulan terus berjalan
melangkah, menuju keabadian malam
meninggalkan matahari
yang menghanguskan gurun sahara
yang ada dalam ini diri
Madura, 2008
SOLITUDE
Ribuan kata terurai
Lewat sajak yang kau tulis pada cakarawala
Tintanya kau ambil dari segumpal darah
Kau meniti diatas samudera air mata
Meninggalkan senja yang mengintip dibalik siwaalan
Kau tak peduli pada matahari
Kau hanya ingin kesenyapan itu
Selalu menyelimuti hati
Madura, 2008
Malam kerontang
Di tengah kecamuk badai
Yang menyisakan keping-keping
kapal asmara di bibir pantai
rembulan terus berjalan
melangkah, menuju keabadian malam
meninggalkan matahari
yang menghanguskan gurun sahara
yang ada dalam ini diri
Madura, 2008
SOLITUDE
Ribuan kata terurai
Lewat sajak yang kau tulis pada cakarawala
Tintanya kau ambil dari segumpal darah
Kau meniti diatas samudera air mata
Meninggalkan senja yang mengintip dibalik siwaalan
Kau tak peduli pada matahari
Kau hanya ingin kesenyapan itu
Selalu menyelimuti hati
Madura, 2008
Langganan:
Postingan (Atom)
